Balada Kebaya Pernikahan

Urusan kebaya pernikahaan ini gak kalah penting dari si Wedding Shoes. Lantaran dalam adat Jawa, setelah gue hitung ada at least 4 kali ganti baju untuk Siraman, Midodaren, Akad, dan Resepsi. Jadi total ada 4 baju kebaya yang harus disiapkan.

Untuk posting-an kali ini agak panjang karna gue akan ngobrol-ngobrol seputar Kebaya Resepsi yang akan gue pake di acara pernikahan gue. Gue sebagai cewe awam yang kurang tau-menau soal kawinan Jawa, my last resort adalah internet. Setelah gue search dan baca puluhan (kalo ga ratusan) halaman forum mengenai kebaya pernikahan, konklusinya adalah untuk Akad Nikah, pakemnya biasa mempelai wanita dan pria memakai kebaya dan beskap berwarna putih. Di acara Resepsi lah dimana ada beberapa opsi pakaian untuk adat Jawa, in my case, Jawa Solo.

Tapi, seperti yang gue mention di post sebelumnya bahwa di resepsi gue akan pakai jawa modern, gue dan MM sepakat kalau kita akan pake pakaian sesuai dengan yang kita mau keeping in mind unsur-unsur Jawa nya. Untuk gue sendiri, gue decide untuk memakai kebaya brokat, sedangkan MM ingin memakai beskap modifikasi yang modelnya mirip dengan tuxedo berwarna hitam. Sebenernya karna MM beskapnya warna hitam, gue bisa lebih leluasa memilih warna brokat kebaya gue.

Gue sempet galau waktu harus milih warna kebaya, karna sebenernya di bayangan kepala gue sebuah pernikahaan itu pengantinnya selalu memakai warna putih. Dari semua temen-temen gue yang nikah di Amrik, meskipun di dua acara berbeda (Marriage Ceremony dan Reception), kedua dress mereka tetap putih meskipun beda model. Concern nyokap adalah kalau pake putih lagi, nanti di foto ga bisa keliatanΒ bedanya yang mana pas akad dan yang mana pas resepsi.

Alhasil, gue memutuskan untuk pake warna merah nyala (firey red) untuk kebaya resepsi gue. Bayangin, kebaya merah, lipstick merah, kuku di kuteks merah bak Femme Fatale aja.

photo 1 (1)

Ini hasil jepretan MM dimana gue lagi galau ngubek-ngubek toko kain Centro Moda di Mayestik. Kalau naik ke lantai paling atas disitu semua koleksi French Lace mereka (Brokat Prancis). Disini gue minta semua brokat prancis berwarna merah dikeluarin dan gue liat satu-satu. Tapi setelah satu jam lebih gue disitu, masih juga belum sreg.

photo (6)

Setelah hari itu, gue sedikit ngerasa “buntu” dan gue berdalih ke penjahit gue Mas Heri Permadi, dia menyarankan untuk coba ke toko brokat bergengsi di Gajah Mada Plaza bernama Top Lady. Mas Heri bilang disana brokat Prancisnya BEDA (tentunya BEDA nya itu berbanding lurus dengan HARGA a.k.a MAHAL).

Karna lokasinya agak jauh dari rumah, gue sama nyokap baru bisa kesana sekitar sebulan setelah ini. In the meantime, nyokap pernah mampir juga ke toko-toko kain Fatmawati dan kurang lebih barangnya sama kaya di Mayestik. Temen-temennya sempet nyaranin juga ke toko kain di Pasar Baru, cuman karna gue emang kekeh dan penasaran sm si Top Lady gue ga mau ke toko-toko kain lainnya dulu sebelum gue ke Top Lady. Konon, di toko inilah Mba Vera dari Vera Kebaya selalu beli bahan brokat untuk kebaya-kebayanya yang kece-kece itu.

Dengan berjalannya waktu dan kegalauan gue, gue break dulu cari-cari bahan kain dan mulai kepikiran lagi tentang si warna kebaya ini. Apa iya gue mau pake warna merah? Sampai pada suatu hari gue terbangun dan gue balik ke konsep awal gue – the wedding concept that I know – gue akan tetap pakai kebaya putih. As a bride-to-be I can’t imagine myself wearing any other color than white. Biar ga sama banget sama kebaya akad, gue pilih warnna broken white/off-white. So it’s settled.

Akhirnya di suatu weekend, gue sama nyokap sampe juga ke Top Lady. Tokonya kecil banget dibandingin sama layaknya toko kain lainnya yang pernah gue liat. Semua brokatnya diplastikin dan dilipet rapi. Jadi mereka ga akan ngeluarin (gelar-gelar di meja) unless lo tunjuk dan bilang mau liat. Dan mereka juga sebelum mulai ngeluarin barang tanya dulu ke kita lagi nyari warna apa dan untuk dijahitin baju apa. Alhamdulilah banget, dalam waktu sejam gue menemukan brokat putih yang gue suka. Dan Mas Heri memang bener, barangnya BEDA. Dari brokat-brokat Perancis yang pernah gue pegang dan liat di toko kain lainnya, kain brokat Perancis yang di Top Lady bener-bener jauh lebih bagus. Di toko ini brokat-brokatnya itu ada merknya: Vera Wang, Valentino, Prada, etc.

Besoknya kita langsung meluncur ke workshopnya Mas Heri, dan dia seneng banget ngeliat kain brokatnya yang sudah gue beli. Setelah konsultasi, dia mulai nge-sketch beberapa design kebaya gue.

photo (4)

Untuk fitting kebaya, Mas Heri bilang kalau untuk kebaya resepsi biasanya ada 3 fitting, jadi sudah disepakati fitting pertama di bulan Desember, kedua di bulan Januari dan final fitting di bulan Februari. Semoga semua lancar; gue udah ga sabar ngeliat hasilnya bulan depan. πŸ™‚

Advertisements

4 thoughts on “Balada Kebaya Pernikahan

  1. Hi, mau contact nya mas heri permadi boleh? Dulu perna jait sama mas heri (kykny org ny sama), tp udah lama bgt, dan ilang contact. Makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s